Target pasarnya berada di kalangan menengah ke atas dengan harga jual yang berkali-kali lipat lebih tinggi dibanding pertanian konvensional.
Tanaman hidroponik berbeda dengan organik. Sistim hidroponik berarti sistim pertanian yang dilakukan tanpa media tanah untuk menghidupi tanaman berupa sayuran ataupun buah-buahannya menggunakan berbagai nutrisi dari bahan kimia.
Baca Juga:
Wisatawan di Monas Jadi Korban Parkir Liar, Ban Mobil Kempis Usai Bayar Jukir
Sedangkan sistem organik berarti sayuran atau buah-buahan yang ditanam di media tanah dan dibesarkan tanpa bahan kimia dan pestisida. Walaupun medianya tanah, bukan berarti anda harus punya lahan untuk menamam, pasalnya pot polybag merupakan salah satu media yang baik menaman tanaman organik.
Bisnis pertanian organik pun menyimpan potensi yang menjanjikan di masa kini, tren gaya hidup sehat yang beredar di masyarakat mendorong permintaan sayur ataupun buah organik semakin meningkat secara pesat.
Baca Juga:
Hidup Sehat Tak Harus Mahal, Ini Cara Mudah Memulainya!
5. Sewa Alat Pertanian
Bagi yang tidak mau terjun di budidaya tanaman, bisnis pertanian dalam bidang sewa alat pertanian. Modalnya memang besar, jika kita ingin menyewakan traktor, maka kita butuh membeli traktor seharga Rp 6 jutaan, jika membeli lima maka butuh modal Rp 30 juta.
Selain itu setiap alat pertanian memiliki spesifikasi khusus tergantung kondisi topografi dan geografi sebuah daerah.