BANTEN.WAHANANEWS.CO, Tangerang - Penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 mencatatkan tonggak baru. Untuk pertama kalinya, seluruh kebutuhan listrik utama selama pameran otomotif tersebut akan dipenuhi sepenuhnya melalui sistem kelistrikan PLN, tanpa pengoperasian genset sebagai sumber pasokan acara.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten memastikan kesiapan sistem, personel, dan peralatan untuk mendukung GIIAS 2026 yang akan berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.
Baca Juga:
Lewat HUB UMKM, PLN UID Banten Dorong Kreativitas Masyarakat Jadi Peluang Usaha
Sebagai bagian dari rangkaian kesiapan tersebut, PLN UID Banten menggelar Apel Siaga Keandalan Suplai Kelistrikan GIIAS 2026 pada Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi sarana konsolidasi dan penguatan koordinasi seluruh tim yang terlibat, mulai dari PLN UID Banten, PLN UP3 Serpong, PLN UP2D Banten, UPT Gandul, PLN Electricity Services UP5 Jakarta Banten, hingga pengelola ICE BSD.
General Manager PLN UID Banten, Tonny Bellamy mengatakan, penggunaan penuh sistem kelistrikan PLN menunjukkan bahwa kegiatan berskala besar dapat ditopang oleh pasokan listrik yang andal dan terintegrasi. Terlebih, GIIAS menjadi etalase perkembangan industri otomotif dan teknologi mobilitas masa depan.
“GIIAS bukan sekadar pameran otomotif. Ini merupakan wajah industri modern, tempat berbagai inovasi dan teknologi masa depan diperkenalkan kepada masyarakat. Karena itu, pasokan energi yang menopangnya juga harus mencerminkan kemajuan tersebut,” ujar Tonny.
Baca Juga:
PLN UID Banten Jamin Keandalan Pasokan Listrik bagi Masyarakat
Menurut Tonny, dukungan PLN pada GIIAS 2026 tidak hanya mencakup penyediaan daya. PLN juga menyiapkan sistem pengamanan berlapis, pemantauan kondisi kelistrikan selama 24 jam, pasokan cadangan, serta personel yang ditempatkan hingga ke area tenant.
Langkah tersebut diperlukan mengingat besarnya skala penyelenggaraan GIIAS. Pada 2025, pameran ini dikunjungi lebih dari 475 ribu orang.
Tahun ini, GIIAS memasuki penyelenggaraan ke-33 dan akan menghadirkan lebih dari 65 merek otomotif, dengan perkembangan kendaraan listrik menjadi salah satu sorotan utama.
“Mandat kami jelas, yaitu menjaga seluruh rangkaian GIIAS berlangsung dengan dukungan listrik yang andal. Setiap petugas harus bekerja secara presisi, responsif, dan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama,” tegas Tonny.
Untuk mengawal penyelenggaraan GIIAS 2026, PLN UID Banten menyiagakan sebanyak 142 personel. Jumlah tersebut terdiri atas 92 petugas teknik siaga serta 50 petugas piket tenant.
Petugas teknik akan melakukan pemantauan sistem, patroli jaringan, pengamanan pasokan, serta penanganan apabila terdapat kebutuhan teknis. Sementara itu, petugas piket tenant ditempatkan di area pameran dan sejumlah titik strategis agar pelayanan dapat diberikan secara cepat dan tepat.
Manager PLN UP3 Serpong Benny Indra Praja menjelaskan, pemeriksaan sistem kelistrikan telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari jaringan, sumber pasokan, hingga peralatan pendukung. Koordinasi juga terus diperkuat bersama seluruh unit PLN dan pengelola ICE BSD.
“Kami memastikan setiap lapisan pengamanan kelistrikan berada dalam kondisi siap. Personel telah dibagi sesuai tugasnya, peralatan telah diperiksa, dan skema penanganan telah disiapkan agar setiap kebutuhan dapat direspons dengan cepat,” kata Benny.
Untuk menjaga suplai tanpa jeda pada beban prioritas, PLN menyiagakan dua unit Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 300 kVA dan 100 kVA. Selain itu, tersedia dua Unit Gardu Bergerak berkapasitas masing-masing 630 kVA sebagai bagian dari pengamanan pasokan.
PLN juga menghadirkan dua unit SPKLU Mobile berkapasitas 180 kVA dan 120 kVA untuk mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik selama pameran. Kehadiran fasilitas tersebut memperkuat peran PLN dalam mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik yang menjadi salah satu daya tarik utama GIIAS.
Benny menambahkan, pemantauan akan dilakukan secara berkelanjutan dari pusat pengatur distribusi hingga area pameran. Pola pengamanan tersebut memungkinkan potensi gangguan teridentifikasi lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
“Petugas kami hadir dari sisi sistem hingga area tenant. Dengan pengawasan yang menyeluruh, peserta pameran dapat fokus menampilkan inovasi terbaiknya, sementara keandalan kelistrikan kami jaga dari balik layar,” tambah Benny.
Tonny menilai, penyelenggaraan GIIAS 2026 yang sepenuhnya ditopang pasokan PLN menjadi bagian dari transformasi penyelenggaraan acara yang lebih modern dan rendah emisi. Hal tersebut juga sejalan dengan peran PLN sebagai penggerak transisi energi sekaligus pendukung pertumbuhan industri otomotif nasional.
Melalui kesiapan infrastruktur kelistrikan dan fasilitas pengisian kendaraan listrik, PLN UID Banten siap mengawal GIIAS 2026 sekaligus menunjukkan bahwa listrik menjadi energi utama bagi pertumbuhan industri dan mobilitas masa depan.
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]