Mereka bahkan menduga sejumlah oknum pejabat desa sengaja tidak memajang laporan keuangan itu karena adanya penyelewengan dana.
Ada pula yang memberi komentar dengan nada pesimis, mengingat rincian APB Desa tersebut wajib ditampilkan di setiap desa. Sehingga rincian dana di dalamnya mungkin hanya sekedar formalitas saja.
Baca Juga:
Bupati Jeneponto Ngamuk dan Tantang Lawan Politik Usai Dilantik, Ada Apa?
"Masya Allah langka banget," ujar @Imuu.
"Di tiap desa wajib loh menginformasikan APBDes, bahkan ada desa yang nampilinnya secara rinci untuk alokasi anggarannya," kata @bangdewa3481.
"Pasti ada aja colongannya, nggak mungkin gak nyolong. Itu juga masak total pengeluaran sama total pemasukan bisa kebetulan sama. Itu hanya formalitas," balas @greenplesisaur.
Baca Juga:
Viral Video Orang Batak dari Jerman, Kecam Jalan Sideak Rusak Akibat Proyek Konstruksi di Samosir
"Tapi pajangan tetaplah pajangan, kwitansi tetap dirahasiakan," kata @abdul rajak. [Tio]