"PLN akan terus berkomitmen untuk mendukung transisi energi di Indonesia. Kita akan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengatasi tantangan tersebut dan mencapai target RUPTL," kata Suroso.
Kendati demikian, ia juga menekankan, transisi energi bukan hanya agenda PLN atau Indonesia semata, melainkan tantangan global sehingga perlu kolaborasi dan upaya global dalam mencari solusi bersama.
Baca Juga:
PLN Sumedang Dorong Produktivitas Pelanggan Melalui Program Promo Tambah Daya 'Gebyar Awal Tahun 2026'
Ia menjabarkan, beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung transisi energi di Indonesia; Pemerintah perlu memberikan dukungan kebijakan yang jelas dan konsisten untuk pengembangan EBT.
Kemudian, sektor swasta perlu berinvestasi dalam pengembangan EBT, termasuk pada masyarakat yang juga perlu berpartisipasi dalam penggunaan EBT.
Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), modal untuk mengembangkan EBT di Indonesia untuk mencapai target bauran energi 23 persen pada tahun 2025 adalah sebesar 36,95 miliar Dolar AS. Angka tersebut terdiri dari kebutuhan investasi di pembangkit EBT sebesar 1.042 miliar Dolar AS dan transmisi yang mencapai 135 miliar Dolar AS.
Baca Juga:
PLN Terobos Akses Terputus, Listrik Posko Pengungsian Pante Bidari Aceh Kembali Menyala
"Maka harapannya dengan kerjasama multi-pihak transisi energi di Indonesia dapat berjalan dengan lancar dan mencapai target yang telah ditetapkan," kata dia.[ss]