Batasan dan Prinsip sebagai YouTuber
Dalam membuat konten, Jul punya prinsip, yakni jangan sampai konten-kontennya menyinggung soal suku, agama, dan ras (SARA).
Baca Juga:
Ingin Generasi Berkarakter di Era Digital, DWP Kota Gunungsitoli Beri Edukasi Bijak Bermedsos ke Pelajar
Jul tak ingin konten buatannya menyakiti hati orang lain.
Seperti YouTuber yang membuat konten prank, Jul mengaku sangat tidak setuju.
"Nah, itu kan bisa merugikan orang. Contoh, jika yang di-prank itu punya penyakit jantung, atau hal-hal yang justru malah merugikan orang lain. Jadi sangat tidak memberikan hiburan yang baik, apalagi edukasi," kata Jul.
Baca Juga:
Memalukan: 6 Bulan Menunggu, Polres Dairi Hanya Janji Kosong & Abaikan Hak Warga Laporkan Oknum Anggota DPRD Dairi
Jul menyebutkan, di zaman era digitalisasi saat ini, banyak potensi dan peluang yang bisa dijadikan sebuah penghasilan dengan cara-cara yang baik.
Jul mengatakan, semua konten-kontennya hanya dibuat dengan menggunakan sebuah ponsel.
Tidak ada alat-alat yang khusus atau istimewa, sehingga terbilang cukup sederhana.