Dalam menjaga keandalan GIIAS 2026, PLN UID Banten menyiagakan 142 personel yang terdiri atas 92 petugas teknik dan 50 petugas piket tenant. Personel tersebut tersebar dari pusat pengatur distribusi hingga area pameran untuk memastikan setiap kebutuhan kelistrikan dapat direspons secara cepat.
Pengamanan pasokan juga didukung dua unit Uninterruptible Power Supply berkapasitas 300 kVA dan 100 kVA, dua Unit Gardu Bergerak berkapasitas masing-masing 630 kVA, serta dua unit SPKLU Mobile berkapasitas 180 kVA dan 120 kVA.
Baca Juga:
PLN UID Banten dan Pemprov Banten Perkuat Sinergi Dukung Asta Cita dan Hilirisasi Industri
Meski demikian, fokus pengawalan tidak hanya berada pada kesiapan peralatan. Tonny menekankan pentingnya koordinasi lintas unit, pemantauan sistem secara berkelanjutan, serta penerapan standar keselamatan dalam setiap pekerjaan.
Menurutnya, kelancaran hari pertama menjadi hasil dari kolaborasi antara PLN UID Banten, PLN UP3 Serpong, PLN UP2D Banten, UPT Gandul, PLN Electricity Services UP5 Jakarta Banten, serta pengelola ICE BSD.
“Pengawalan akan terus dilakukan selama 24 jam hingga GIIAS 2026 berakhir. Kami ingin memastikan peserta dan pengunjung dapat menjalani seluruh rangkaian pameran dengan nyaman, sementara keandalan listrik tetap kami jaga dari balik layar,” tutup Tonny.
Baca Juga:
GIIAS 2026 100% Powered by PLN, UID Banten Siapkan Pengamanan Kelistrikan Berlapis
PLN UID Banten akan terus memantau kondisi kelistrikan dan memperkuat koordinasi selama GIIAS 2026 berlangsung. Dengan dukungan pasokan yang andal, pameran diharapkan dapat menjadi ruang yang optimal bagi perkembangan industri otomotif dan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]