BANTEN.WAHANANEWS.CO, Kota Tangerang - Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten, menemukan tujuh kasus suspek leptospirosis, penyakit yang disebabkan oleh bakteri dari kencing tikus, di Kecamatan Batuceper, Jatiuwung, dan Neglasari.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr Dini Anggraeni dalam keterangan di Tangerang, Jumat (28/2/2025), mengatakan saat ini tujuh kasus suspek leptospirosis sudah ditangani sesuai aturan.
Baca Juga:
Pemkab Kubu Raya Tingkatkan Sosialisasi PHBS Terkait Kenaikan Kasus Gondongan 55,6 Persen
"Melalui puskesmas setempat juga telah dilakukan screening kasus leptospirosis yang melibatkan dokter, perawat, dan analis kesehatan,” katanya.
Ia menegaskan kasus ini harus diwaspadai seluruh warga Kota Tangerang, karena penularan melalui tikus.
Ia mengingatkan pentingnya masyarakat setempat secara serius menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, baik di dalam rumah maupun sekitar tempat tinggal
Baca Juga:
Enam Warga Kabupaten Lebak, Banten, Meninggal karena Kasus DBD
“Penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira ini dapat menyerang siapa saja yang terpapar urine atau darah hewan terinfeksi, salah satunya adalah tikus. Kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan upaya untuk mengurangi risiko penyakit leptospirosis ini,” ujarnya.
Leptospirosis ditularkan melalui urine yang terinfeksi, melalui invasi mukosa atau kulit yang tidak utuh. Infeksi dapat terjadi dengan kontak langsung atau melalui kontak dengan air atau tanah yang tercemar atau terkontaminasi bakteri leptospira.
Penyakit ini tersebar di seluruh dunia, dengan perkiraan kejadian tahunan sebesar 1,03 juta kasus dan 58.900 kematian. Insiden yang tinggi ditemukan di negara dengan iklim tropis dan sub-tropis, khususnya di negara-negara kepulauan dengan curah hujan dan potensi banjir yang tinggi.
Gejala klinis leptospirosis pada manusia mirip dengan penyakit demam akut lain, seperti demam typhoid, dengue dan malaria. Apabila tidak segera diobati, dapat menyebabkan gejala berat dan gagal organ,.
Ia mengatakan 39 puskesmas di Kota Tangerang dapat menangani kasus leptospirosis dengan tenaga kesehatan dan fasilitas yang memadai.
“Dengan itu, masyarakat Kota Tangerang tak perlu ragu melakukan pemeriksaan jika gejala mulai terasa. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat tertangani dan risiko terparah dapat diminimalisir dengan maksimal,” katanya.
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]