WahanaNews-Banten | Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan akan fokus bekerja mengentaskan angka stunting dan gizi buruk yang ada di Provinsi Banten. Hari pertama kerja, dia langsung mengumpulkan seluruh OPD untuk membantu masalah ini.
"Fokus di stunting dan gizi buruk, tadi sudah diformulasikan agenda kita melakukan pendekatan spesifik karena ini konsentrasi Pak Presiden sesuai dengan visi misi, kita fokus ke situ," kata Muktabar kepada wartawan di Serang, Jumat (13/5/2022).
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Provinsi akan membuat instrumen dan peta angka stunting berdasarkan kabupaten/kota. Database alamat warga yang mengalami stunting dan gizi buruk segera diselesaikan pada Sabtu (14/5) besok.
"Dari data itu kita mengoptimalkan SDM yang kita punya, salah satunya semua OPD punya wilayah binaan," ungkapnya.
Fase pengentasan berdasarkan basis data ini, pertama, memetakan warga apakah penduduk stunting bisa makan atau tidak. Kedua, mengedukasi mereka agar bisa mandiri secara ekonomi. Setelah itu, mereka bisa diberi stimulus berupa bantuan usaha atau sebagainya.
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
"Kalau sudah bicara dengan pembiayaan, mungkin kita connect-kan dengan KUR sehingga pendekatan stunting dan gizi buruk berkelanjutan dan berharap upaya semaksimal mungkin," ujarnya.
Angka stunting di Banten sendiri, kata Muktabar, masih cukup tinggi. Tapi, perlu dipastikan betul daerah mana dengan basis data terbanyak yang mengalami gizi buruk.
Karena itu, APBD akan ditinjau ulang terkait program pengentasan masalah ini. Kabupaten/kota di Banten juga diharapkan memperhatikan masalah ini. Jadi, kata Muktabar, program ini bisa membantu menekan angka stunting sebanyak 14 persen sebagaimana arahan presiden.