WahanaNews-Banten | Kecamatan Solear menyelenggarakan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Dinas Sosial Kab. Tangerang, Sabtu (27/11/21), namun banyak masyarakat Solear mengeluhkan fasilitas penyaluran BST , yang membuat mengluhkan resah, sampai protes.
Kecamatan Solear mengelar BST, melalui undangan langsung ke penduduk agar hadir membawa kerta yang berbarkot ditandatangani oleh Kepala dinas sosial Ujat Sudrajat.
Baca Juga:
Alokasikan Anggaran Rp16 Miliar, Program Mudik Gratis Pemprov Jakarta Dibuka Pertengahan Maret
Agar hadir dalam waktu pencairan pukul 13:00 s/d 15:00 Wib, diketahui pencairan sebayak Rp 300.000, dengan membawa undangan QR Penerima BST, KTP dan KK asli serta membawa foto copy masing-masing satu lembar.
Namun saat dilokasi penerimaan dana BST, terjadi pembeludakan jumlah masyarakat, mengingat kepadatan penduduk yang datang dari tujuh desa antara lain, Desa Cikareo, Desa Cikasungka, Desa Cikuya, Desa Cireundeu, Desa Munjul, Desa Pasanggrahan, dan Desa Solear.
Hal ini menjadikan jumlah masyarakat semakin lama semakin membludak, dan desak desakan, Pol PP kecamatan sendiri pun kewalahan mengatur kerumunan agar tetap antri.
Baca Juga:
Polres Tangerang Selatan Ungkap Peredaran 161,6 Gram Sabu
Terlihat warga tidak sabar dan merapatkan barisan dan mengacuhkan protokol kesehatan untuk menjaga jarak. Hal inpun sudah mulai tak terkontrol atau dikendalikan dari kecamatan sendiri, dilain sisi terlihat Aparat polsek dipimpin Kapolsek langsung ke kecamatan Pada Puku 14:00 Wib.
Saat dikomfimasi pihak kepolisian cisoka Pur menyampaikan "kami pihak kepolisian tidak tau hal ini bahkan belum dapat tembusan kegiatan Bst sama sekali, setelah kami mendapatkan kabar demikan keramaian membludak kami merapat", Ucap Pur.
Wargapun menyayangkan hal ini, Rusly warga penerima Bst pun mengungkapkan " Situasi saat ini bayak yang rugikan, tentu Pria lebih dulu menerima bantuan dari pada ibu-ibu yang menggensong anak, karena tenaga pria lebih kuat.