WahanaNews-Banten | Kepala Dinas Pertanian dan Pertenakan (Dispertan) Provinsi Banten Agus Tauchid memastikan stok hewan ternak aman untuk perayaan Idul Adha 1443 Hijriah pada 9 Juli 2022 mendatang.
"Untuk hewan saat ini sesuai dengan rekomendasi yakni dalam kondisi tersedia untuk masyarakat umat muslim yang akan merayakan Idul Adha," kata Agus dihubungi wartawan melalui telepon, Selasa (31/5/2022).
Baca Juga:
Perkuat Pengamanan Idul Fitri 1446 H, Brimob Sumut Siaga di Tiga Wilayah Ini
Dikatakan Agus, kebutuhan hewan ternak untuk kurban di Provinsi Banten sebanyak 48.236 ekor terdiri dari 10.386 ekor kambing, 24.208 ekor domba, 12.694 ekor sapi dan 948 ekor kerbau.
"Estimasi (kebutuhan hewan kurban) pada angka plus minus 48 ribu ekor. Mudah-mudahan yang sakit terjangkit PMK (penyakit mulut dan kuku) sembuh," ujar Agus.
Agus menegaskan, daging hewan ternak yang terjangkit PMK dapat dan aman dikonsumsi oleh manusia dengan pemasakan yang benar.
Baca Juga:
Warga Pinggiran Danau Toba Diguyur Hujan Es, Ini Penjelasan BMKG
Sebab, kata Agus, saat ini sudah ditemukan 42 kasus PMK di Banten dan tidak menular ke manusia atau bukan penyakit zoonosis.
"Diketahui PMK tidak zoonosis pada manusia, dan daging yang terkena PMK masih bisa dimakan oleh manusia, aman. Tentunya melalui pemasakan yang benar," jelas Agus.
Untuk itu, Agus meminta masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu gaduh dengan wabah PMK.
Sebab, Pemprov Banten telah melakukan penanganannya.
"Harapannya perdagangan hewan kurban tidak ada kepanikan dan kegaduhan dan yang utama bagaimana mengawal proses kesehatan hewan yang masuk ke kita," kata Agus. [afs]