Program ini menghadirkan jalur Kopi Trip sepanjang lima kilometer, memperkuat Kopi Leupeh Lalay sebagai produk premium, serta menyiapkan enam pemandu lokal bersertifikasi BNSP untuk mendukung wisata edukasi dan UMKM.
Eco-Wisata SiNyonya meraih Platinum pada Indonesia Green Awards 2026 kategori Rekayasa Teknologi Hemat Energi dan Energi Terbarukan. K-TRACK memperoleh Platinum pada Nusantara CSR Awards 2026 kategori Ketahanan Ekonomi Masyarakat dan Rantai Nilai.
Baca Juga:
PLN UID Banten dan Pemprov Banten Perkuat Sinergi Dukung Asta Cita dan Hilirisasi Industri
Tonny menegaskan, keberhasilan program TJSL tidak hanya diukur dari fasilitas yang dibangun, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk mengelola dan melanjutkan manfaatnya secara mandiri.
“Penghargaan ini menjadi energi bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola, pengukuran dampak, dan keberlanjutan program. Setiap intervensi harus berkembang menjadi ekosistem produktif yang menciptakan nilai bersama bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan,” tambahnya.
Penilaian menggunakan metodologi La Tofi ESG Rating berbasis Risk-Action Alignment yang diperkuat dengan Corporate Economic Protection Index (CEPI).
Baca Juga:
GIIAS 2026 100% Powered by PLN, UID Banten Siapkan Pengamanan Kelistrikan Berlapis
Mekanisme ini menilai kesesuaian intervensi dengan risiko, bukti dampak program, serta kontribusinya terhadap perlindungan nilai ekonomi dan keberlanjutan operasional perusahaan.
Eco-Wisata SiNyonya memperoleh skor Platinum Alignment 94,10, sedangkan K-TRACK meraih 91,28. Keduanya berada pada kuadran Risk High-Action High atau Leader Quadrant, yang menunjukkan kuatnya keselarasan antara risiko dan aksi mitigasi yang dijalankan.
Ke depan, PLN UID Banten akan memperkuat kapasitas pengelola, pemantauan berbasis data, akses pasar produk lokal, serta replikasi program agar manfaatnya menjangkau masyarakat yang lebih luas.