WahanaNews Banten | Kabupaten Tangerang patut berbangga karena prestasi yang diraih oleh salah satu kemacatan di wilayahnya yakni Kecamatan Sukamulya.
Posyantek Kembang Padi Asal Desa Kaliasin, Kecamatan Sukamulya meraih peringkat 5 besar dalam Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) 2021 di tingkat nasional.
Baca Juga:
Nelayan Kecewa Karena Pagar Laut Kohod Masih Ada Membentang
Camat Sukamulya Dra Hj Yati Nurulhayat mengatakan bahwa Kecamatan Sukamulya dapat menduduki posisi 5 besar dikarenakan hadirnya inovasi berupa alat yang dapat mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar.
"Produk yang kita tampilkan yaitu berupa alat yang dapat mengolah sampah menjadi BBM, gas, listrik, dan pupuk organik," jelasnya saat ditemui awak media di kantornya, Selasa (09/10/2021) pagi.
Menurutnya, inovasi ini didapat langsung dari karya warga sekitar melalui pembinaan dari Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) untuk memotivasi dan memunculkan inovasi-inovasi baru di desa, baik melalui alat, program, maupun regulasi.
Baca Juga:
Lancarkan Lalu Lintas di Kelapa Dua, Dishub Kabupaten Tangerang Siagakan Personel di 5 Titik
"Saya berharap, untuk ke depannya, Posyantek ini jauh lebih baik lagi. Kemarin syukur Alhamdulillah kita mendapatkan 5 besar di tingkat nasional, mudah-mudahan di tahun depan kita bisa menjuarai tiga besar karena Kecamatan Sukamulya juga memiliki motto ‘Terbang’ alias Terbaik dan Membanggakan," jelasnya.
Inventor Posyantek Kembang Padi Kecamatan Sukamulya Sa'aduddin menuturkan, setelah menjuarai lomba teknologi pada tingkat provinsi, alat penghasil BBM ini sudah mengalami pengembangan. Produk yang dihasilkan oleh alat tersebut tidak ada yang terbuang, semua dapat terpakai.
"Proses alatnya yakni dari sampah plastik yang dimasukkan ke dalam tabung (pembakaran), kemudian ditutup rapat sehingga terdapat bocoran uap yang menghasilkan energi listrik, BBM, gas, dan hasil pembakarannya menghasilkan pupuk organik," jelasnya. [Tio]