Dewa-dewa ini berpasangan, saling berhadapan, dan dianggap melindungi rumah dari roh jahat. Selama Tahun Baru Imlek, orang-orang memasang foto Dewa di pintu rumah mereka untuk keberuntungan dan melindungi keluarga di tahun mendatang.
Saat Imlek, orang dewasa biasanya memberikan amplop merah atau angpao kepada anak-anak dan mereka yang belum menikah. Paket merah ini berisi hadiah uang tunai yang jumlahnya bervariasi tergantung hubungan pemberi dan penerima.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Untuk perayaan Seollal di Korea, hadiah ini bisa berupa tas merah, atau hadiah uang disertai dengan pesan penyemangat dan berkah keberuntungan untuk tahun baru.
Di Tibet, anak-anak akan membawa hadiah kepada orang tua mereka. Pada pagi pertama di Tahun baru Imlek, anak-anak akan mengenakan pakaian tradisional dan membawa keranjang berisi daging matang, pangsit kukus, buah, manisan, dan roti tradisional untuk diberikan.
Mengunjungi pasar Tahun Baru Imlek
Baca Juga:
Indonesia Siap Mitigasi Dampak Negatif Tarif Impor AS Terhadap Produk Buatan Indonesia
Menjelang Imlek, pasar terbuka akan menjual dekorasi, bungkusan merah, mainan, pakaian, dan pernak-pernik.
Di China Selatan, pasar jalanan dipenuhi dengan bunga dan tanaman pot. Bunga seperti anggrek dan peony sangat populer karena dianggap bisa menguntungkan.
Pasar di ruang terbuka lainnya juga sering dikaitkan dengan Tahun Baru Imlek. Saat pameran kuil, biasanya ada manisan, gulungan doa, dan dupa.