Banten.WAHANANEWS.CO - Organisasi relawan nasional MARTABAT Prabowo-Gibran mendorong percepatan penyelesaian proyek Jalan Tol Serang–Panimbang, khususnya pada Seksi 3 Ruas Cileles–Panimbang, yang saat ini tengah dalam tahap konstruksi.
Desakan ini disuarakan langsung oleh Ketua Umum MARTABAT, KRT Tohom Purba, yang menilai bahwa keberadaan tol tersebut sangat krusial untuk mendukung realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung serta mempercepat kebangkitan ekonomi Banten bagian selatan.
Baca Juga:
Pemerintah Targetkan Tol Serang-Panimbang Tuntas di 2024
“Jangan sampai pembangunan KEK Tanjung Lesung hanya jadi retorika tanpa dukungan infrastruktur memadai. Tol Serang–Panimbang harus tuntas tepat waktu, bahkan kalau bisa lebih cepat. Kalau tidak, kita kehilangan momentum investasi dan pertumbuhan sektor wisata di Banten,” tegas Tohom, Minggu (6/7/2025).
Menurutnya, tol tersebut adalah urat nadi pertumbuhan bagi wilayah selatan Pandeglang yang selama ini mengalami keterisolasian logistik.
Pemangkasan waktu tempuh dari Jakarta ke Tanjung Lesung menjadi hanya 2–3 jam akan menciptakan efek domino ekonomi yang luar biasa, terutama di sektor pariwisata, pertanian, dan UMKM.
Baca Juga:
Tingkatkan Ekonomi Banten, Luhut Dukung Rampungnya Tol Serang-Panimbang
“Percepat konektivitas, maka ekonomi lokal akan hidup. Petani bisa kirim hasil panen lebih cepat dan murah, wisatawan Jabodetabek lebih mudah berlibur ke Banten, dan usaha kecil bisa berkembang tanpa terhalang biaya distribusi yang tinggi. Ini rumus dasar aglomerasi ekonomi,” ungkap Tohom.
Tohom juga menyayangkan bila progres pembangunan di lapangan masih terhambat oleh berbagai kendala teknis.
Ia mengingatkan bahwa tol ini bukan hanya proyek fisik, melainkan bagian dari program pemerataan pembangunan nasional yang telah lama dinanti masyarakat Pandeglang.
“Jangan biarkan warga selatan Banten terus menunggu janji. Tol ini sudah harus jadi pengungkit utama ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Tohom yang juga Ketua Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa konektivitas antarkawasan perlu dirancang sebagai fondasi aglomerasi ekonomi yang menyatu.
Ia menilai bahwa KEK Tanjung Lesung memiliki potensi menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi regional jika didukung infrastruktur transportasi yang andal.
“Aglomerasi ekonomi tak bisa tumbuh tanpa konektivitas. Tol Serang–Panimbang ini adalah jembatan pertumbuhan, bukan sekadar jalan bebas hambatan,” kata Tohom.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan untuk mengawal proyek ini agar rampung sesuai target.
Pemerintah pusat, daerah, kontraktor, hingga investor diminta bergerak dalam semangat yang sama untuk menjadikan Pandeglang sebagai lumbung wisata dan ekonomi baru.
“Kalau semua bergerak selaras, saya yakin akhir 2025 konstruksi bisa selesai, dan 2026 kita sudah melihat geliat ekonomi baru di Tanjung Lesung,” tutupnya optimis.
Sebelumnya, Manajer Bidang Pengembangan Sistem PT Wika Serang-Panimbang, Muhammad Albagir, menyampaikan bahwa progres pembangunan Seksi 3A (Cileles–Bojong) telah mencapai 91,52 persen dan ditargetkan selesai pada September 2025.
Sementara Seksi 3B (Bojong–Panimbang) sepanjang 15,54 km direncanakan rampung pada Desember 2025 dan mulai beroperasi pada akhir 2026.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]