"Harapan kami, listrik menjadi awal dari banyak hal baik dan Badak Hitam terus tumbuh menjadi ekosistem yang mandiri. Melihat lahan yang semula tidak produktif kini berhasil sumber pangan sekaligus sumber penghasilan bagi masyarakat adalah bukti kolaborasi semua pihak sehingga mampu menghadirkan perubahan yang nyata," tambah Tonny.
Dalam enam bulan implementasi, program Badak Hitam mulai menunjukkan hasil nyata. Sebanyak 42 ekor ternak produktif telah dikelola, 5.000 bibit ikan nila dan patin dibudidayakan, serta menghasilkan sekitar 75 ton kompos organik setiap dua bulan melalui sistem pengelolaan limbah terpadu. Di sisi pemberdayaan, para santri yang sebelumnya hanya menjadi peserta pelatihan kini bertransformasi menjadi tenaga kerja tetap bergaji, didukung pekerja harian serta kelompok karya bakti yang berkembang menjadi agripreneur mandiri.
Baca Juga:
Dukung SDGs, Program TJSL PLN UID Jabar Jangkau Ribuan Penerima Manfaat
Melalui Badak Hitam, PLN UID Banten menegaskan komitmennya mendukung target _Net Zero Emissions_ 2060 sekaligus berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Program ini membuktikan bahwa elektrifikasi mampu menjadi pengungkit pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah dengan menghidupkan lahan, menggerakkan ekonomi, dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
[Sutrisno Simorangkir]