“Mandat kami jelas, yaitu menjaga seluruh rangkaian GIIAS berlangsung dengan dukungan listrik yang andal. Setiap petugas harus bekerja secara presisi, responsif, dan tetap menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama,” tegas Tonny.
Untuk mengawal penyelenggaraan GIIAS 2026, PLN UID Banten menyiagakan sebanyak 142 personel. Jumlah tersebut terdiri atas 92 petugas teknik siaga serta 50 petugas piket tenant.
Baca Juga:
Lewat HUB UMKM, PLN UID Banten Dorong Kreativitas Masyarakat Jadi Peluang Usaha
Petugas teknik akan melakukan pemantauan sistem, patroli jaringan, pengamanan pasokan, serta penanganan apabila terdapat kebutuhan teknis. Sementara itu, petugas piket tenant ditempatkan di area pameran dan sejumlah titik strategis agar pelayanan dapat diberikan secara cepat dan tepat.
Manager PLN UP3 Serpong Benny Indra Praja menjelaskan, pemeriksaan sistem kelistrikan telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari jaringan, sumber pasokan, hingga peralatan pendukung. Koordinasi juga terus diperkuat bersama seluruh unit PLN dan pengelola ICE BSD.
“Kami memastikan setiap lapisan pengamanan kelistrikan berada dalam kondisi siap. Personel telah dibagi sesuai tugasnya, peralatan telah diperiksa, dan skema penanganan telah disiapkan agar setiap kebutuhan dapat direspons dengan cepat,” kata Benny.
Baca Juga:
PLN UID Banten Jamin Keandalan Pasokan Listrik bagi Masyarakat
Untuk menjaga suplai tanpa jeda pada beban prioritas, PLN menyiagakan dua unit Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 300 kVA dan 100 kVA. Selain itu, tersedia dua Unit Gardu Bergerak berkapasitas masing-masing 630 kVA sebagai bagian dari pengamanan pasokan.
PLN juga menghadirkan dua unit SPKLU Mobile berkapasitas 180 kVA dan 120 kVA untuk mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik selama pameran. Kehadiran fasilitas tersebut memperkuat peran PLN dalam mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik yang menjadi salah satu daya tarik utama GIIAS.
Benny menambahkan, pemantauan akan dilakukan secara berkelanjutan dari pusat pengatur distribusi hingga area pameran. Pola pengamanan tersebut memungkinkan potensi gangguan teridentifikasi lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.