Banten.WAHANANEWS.CO – Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menilai pengembangan pariwisata di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, sebagai langkah strategis yang tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga memperkuat daya saing Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung sebagai destinasi unggulan nasional.
Ketua Umum DPP MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan bahwa sinergi pembangunan infrastruktur dan ekosistem wisata di Banten bagian selatan merupakan langkah taktis dalam mendukung visi pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan.
Baca Juga:
Potensi Perpecahan Tinggi, MARTABAT Prabowo-Gibran Imbau Masyarakat Kawasan Otorita Danau Toba Bentuk 7 Kabupaten/Kota dan 300 Desa Baru Ketimbang Provinsi Tapanuli
"Rangkasbitung adalah simpul strategis dalam jaringan destinasi wisata Banten. Jika dikelola secara terintegrasi, keberadaannya bisa memperkuat daya dukung KEK Tanjung Lesung sebagai kawasan unggulan ekonomi berbasis pariwisata," ujar Tohom, Senin (26/5/2025).
Menurut Tohom, destinasi seperti Museum Multatuli, Gua Maria Bukit Kanada, Waduk Karian, hingga Yasmin Farm dapat dijadikan lokomotif wisata edukatif, spiritual, dan ekowisata berbasis komunitas.
Hal ini, katanya, sejalan dengan agenda Prabowo-Gibran untuk membangun ekonomi kerakyatan yang berbasis potensi lokal.
Baca Juga:
KAI Umumkan Susunan Pengurus Baru, Siap Bersinergi dengan Pemerintah
"Pariwisata idelnya bisa menciptakan efek ganda pada UMKM, transportasi lokal, dan pelestarian budaya. Kami mendorong agar pembangunan kawasan ini mengedepankan prinsip inklusif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas," tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran serta pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung revitalisasi kawasan seperti Balong Ranca Lentah dan Depo Loko Stasiun Rangkas Betoeng.
“Wisata sejarah dan transportasi seperti ini bisa menjadi daya tarik generasi muda jika dikemas dengan pendekatan digital dan kreatif,” kata Tohom.
Tohom, yang juga menjabat sebagai Ketua Aglomerasi Watch ini menggarisbawahi bahwa konektivitas antarkawasan menjadi elemen kunci untuk memperkuat posisi Rangkasbitung dalam aglomerasi pariwisata Banten.
“Jalur rel Jakarta–Merak, tol Serang–Panimbang, dan akses ke Tanjung Lesung harus dimaksimalkan. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang ke satu titik, tapi bisa menyusuri seluruh koridor wisata selatan Banten,” terangnya.
Ia menilai, pembangunan aglomerasi pariwisata ini juga akan memperkuat daya saing regional Indonesia menghadapi persaingan destinasi wisata ASEAN.
“Dengan konten lokal yang kuat dan akses infrastruktur yang solid, kita bisa menampilkan wajah Banten yang baru, modern tapi tetap berakar pada warisan budaya dan alam,” tambahnya.
Semakin Dilirik
Kabupaten Lebak, khususnya Rangkasbitung, kini semakin dilirik sebagai destinasi wisata baru yang menawarkan ragam pengalaman bagi wisatawan.
Dari wisata sejarah di Museum Multatuli, ketenangan rohani di Gua Maria Bukit Kanada, hingga keindahan alam Cikuda Lake, kawasan ini kian menunjukkan potensinya.
Bahkan, kawasan wisata terpadu seperti Desa Pasirtanjung dan Yasmin Farm di Cinihni sudah mulai menarik kunjungan keluarga dan pelajar untuk wisata edukasi berbasis alam.
Meski demikian, beberapa titik seperti Balong Ranca Lentah masih memerlukan perhatian lebih dari sisi perawatan dan promosi.
Pengembangan terpadu dan terarah dinilai menjadi kunci untuk menyulap seluruh potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi baru yang mendukung rencana besar pemerintah dalam membangun pusat-pusat pertumbuhan baru di luar kota-kota besar.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]