Menurut dia, insiden itu berawal dari anak-anak warga Kampung Kadu Cina dan Balai Gede yang perang sarung.
Karena anak-anak Kadu Cina terdesak, larilah ke dalam area Masjid dan di Masjid ada Erwin yang melerai.
Baca Juga:
Cerita di Balik Aroma Kopi Oishii: Transformasi Ekonomi UMK Batui Bersama PLN UIP Sulawesi
Namun pada saat kejadian Erwin yang malah jadi korban amukan para pelaku perang sarung.
"Saat kejadian sarungnya itu diisi batu. Karena anak-anak Kadu Cina terdesak lari ke Masjid, di Majid dilerai oleh Erwin."
"Tapi saat kejadian malah Erwin yang dipukuli menggunakan sarung berisi batu," katanya saa dihubungi, Senin (18/4/2022).
Baca Juga:
Tak Hanya Bangun Sekolah, Program Revitalisasi Dorong Ekonomi Lokal dan Pemerataan Pendidikan
Lilis menjelaskan pada hari Sabtu (16/4/2022), Erwin dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang, telah didiagnosis mengalami pendarahan otak.
"Akhirnya harus dirujuk ke RS Sari Asih Serang serta harus dirujuk lagi ke Tangerang karena harus dioperasi," ujarnya.
Namun karena tak ada biaya untuk menebus biaya operasional sebesar Rp 50 juta, pihak keluarga membawa korban pulang ke rumahnya.