Bobby menambahkan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi berbagai pemangku kepentingan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Banten Inclusifa Preneur, Rina Rahmawati, menjelaskan bahwa BIP hadir sebagai pusat pendidikan kreatif yang dirancang untuk memberikan kesempatan belajar dan berkembang bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga:
Dindikbud Cilegon Serahkan Beasiswa kepada 1.674 Peserta Didik Kurang Mampu
"BIP adalah ruang belajar yang terbuka untuk semua. Kami ingin menghadirkan kesempatan yang setara bagi siapa pun untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan kapasitas diri, dan membuka peluang usaha. Karena kami percaya setiap orang memiliki potensi untuk tumbuh dan berkarya," ungkapnya.
Ke depan, Banten Inclusifa Preneur akan mengembangkan berbagai program pelatihan melalui empat jurusan kreatif, yaitu kriya, membatik, menjahit, dan melukis. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, tenaga pengajar, serta pembelajaran berbasis sertifikasi, BIP diharapkan menjadi pusat pengembangan kreativitas sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat yang inklusif di Provinsi Banten.
Kegiatan pelatihan membatik ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem kreatif yang memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk belajar, berkarya, dan berkembang bersama. Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi Banten Inclusifa Preneur dengan PLN Peduli, Pemerintah Kota Cilegon, serta berbagai pihak yang memiliki visi yang sama dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Pemerintah Kota Tangerang Terima 15.000 Paket Susu Gratis dari GKSI
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]