BANTEN.WAHANANEWS.CO - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten resmi memulai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk PLN VocaGreen TechnoPreneur Edukasi 4.0.
Program ini mengusung konsep Sekolah Vokasi Mandiri Berbasis Green Innovation dan Ketahanan Pangan. Agenda utama acara ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Greenhouse di SMK Jaya Buana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.
Baca Juga:
Mengawal Tradisi Seba Baduy, PLN UP3 Banten Selatan Pastikan Listrik Andal
Langkah strategis ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan ke dalam kurikulum pendidikan vokasi. Melalui pembangunan fasilitas ini, para siswa diharapkan mampu mengaplikasikan inovasi pertanian modern yang efisien sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di bidang agrikultur.
Salah satu fokus utama program ini adalah mengolah limbah buah dan sayuran dari pasar-pasar tradisional di sekitar Kecamatan Kresek menjadi pupuk cair organik.
Pendekatan ini dinilai strategis karena sekaligus menyelesaikan dua masalah nyata, yaitu mengurangi volume sampah organik, sekaligus menyediakan input pertanian bagi petani lokal di Kabupaten Tangerang.
Baca Juga:
Srikandi PLN UP3 Serpong Hadirkan Semangat Kartini Lewat Edukasi Kompor Induksi untuk Masyarakat
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, memberikan apresiasi tinggi kepada PLN UID Banten atas inisiatif strategis ini. Pemerintah Kabupaten Tangerang menilai program ini sejalan dengan visi daerah dalam pembangunan berkelanjutan.
"Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat menyambut baik kolaborasi edukasi hijau ini. Inisiatif dari PLN ini sangat luar biasa karena mampu mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang sosiopreneur bagi siswa vokasi. Kami berharap SMK Jaya Buana bisa menjadi proyek percontohan pusat vokasi hijau yang melahirkan inovator muda di Tangerang," kata Intan Nurul Hikmah.
Greenhouse ini dirancang sebagai laboratorium hidup yang membekali siswa dengan keterampilan praktis industri hijau. Di dalamnya, siswa akan mengumpulkan limbah organik dari pasar-pasar tradisional di sekitar Kecamatan Kresek untuk diolah menjadi pupuk cair melalui teknologi biofermentasi sederhana.