Pupuk yang dihasilkan tidak hanya dimanfaatkan untuk budidaya tanaman di dalam greenhouse, tetapi juga berpotensi dipasarkan kepada petani lokal sebagai produk wirausaha siswa.
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian PLN terhadap masa depan generasi muda dan bumi. PLN ingin mendorong integrasi teknologi listrik di sektor pendidikan yang ramah lingkungan.
Baca Juga:
Mengawal Tradisi Seba Baduy, PLN UP3 Banten Selatan Pastikan Listrik Andal
"Melalui program VocaGreen TechnoPreneur Edukasi 4.0 ini, kami ingin menciptakan ekosistem belajar yang inovatif. Kami berharap para siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu menjadi pionir dalam menciptakan solusi hijau berbasis teknologi _electrifying agriculture_ yang berdampak langsung pada ketahanan pangan lokal," ujar Joharifin.
Semangat gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia pendidikan, sektor energi, dan sekolah mampu menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi lokal secara bijak, langkah ini diharapkan dapat memicu kemandirian ekonomi masyarakat sekitar sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Pada akhirnya, program ini menjadi investasi nyata bagi generasi mendatang menuju masa depan yang lebih hijau dan produktif.
Baca Juga:
Srikandi PLN UP3 Serpong Hadirkan Semangat Kartini Lewat Edukasi Kompor Induksi untuk Masyarakat
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]