Di sini kericuhan sempat terjadi. Aksi saling dorong
dengan petugas tidak dapat dihindari. Bahkan puluhan anak di bawah umur yang
turut hadir histeris karena rumah mereka sudah tidak ada.
"Kami sudah tidak percaya keadilan di negeri ini.
Mereka tidak memihak ke kami," jelas Dedy Sutrisno selaku Koordinator
warga.
Baca Juga:
Dear Emak-emak! Ini Tips Cara Mengatur Keuangan Biar Irit saat Bulan Ramadan
Menurut Dedy, warga hanya ingin mengembalikan
kehidupan mereka seperti sediakala. Tak lebih dari itu, warga berharap
pemerintah dapat membantu mereka menemukan solusi.
"Kami punya pemerintah daerah, perwakilan dewan
dan aparat penegak hukum. Tapi kenapa penindasan terhadap kami dibiarkan begitu
saja," ungkap Dedy.
"Apakah hukum tidak akan memihak warga kecil
seperti kami, mengapa pemerintah daerah dan dewan hanya diam saja. Apa mereka
semua buta," tambahnya.
Baca Juga:
Deklarasi Ratusan Emak-Emak dan Buruh Tani di Situbondo untuk Dukung Prabowo-Gibran
Di depan gerbang PN Tangerang warga yang kecewa sempat
melempari halaman pengadilan dengan botol air mineral. Bahkan beberapa diantara
mereka mencoba mendobrak pintu PN Tangerang untuk kembali masuk.
Namun aksi ini dapat dilerai perwakilan warga lain.
Selanjutnya puluhan warga tersebut pergi meninggalkan PN Tangerang dan bergegas
menuju gedung KPK di Jakarta Selatan.(Tio)