Menurutnya olahraga berburu ini punya potensi menjadi sumber komersialisasi untuk mendapatkan visa.
“Di Afrika itu rata-rata kita lihat data-datanya, 40 persen pendapatan pemerintahnya dari berburu,” kata Japto.
Baca Juga:
Survei 2025 Ungkap Gen Z Paling Toleran dan Unggul dalam Literasi Al-Qur’an
Ia menilai, di negara Indonesia ini kondisi hutan bak seperti gudang.
“Hutan dibuat kaya gudang, yang dijagain pintunya, isinya kaga tau,” sebutnya.
"Kalau di hutan itu binatang yang paling kuat itu gajah, kalau gajah itu ribuan di satu hutan binatang lain gak makan, habis sama dia. Jadi hutan itu bisa menampung, berapa ribu gajah, berapa ekor rusa baru bisa seimbang,” tambahnya sembari mencontohkan.
Baca Juga:
Wamen PANRB dan Wamenhub Tinjau Posko Pusat Angkutan Nataru 2026, Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal
Sementara itu, lebih rincinya lagi Japto menjelaskan tentang fungsi dari pengendalian populasi pada hutan.
"Binatang itu dia punya teritori, kedua ada komandan dalam kelompoknya ada pemimpin jantan, dan kalau sudah tua itu harus berbagi. Ada jantan yang kuat, tetapi sudah tidak produktif. Kita ambil contoh rusa, itu bisa membawa 10-30 betina dalam rombongannya.
“Jadi apa yang harus dilakukan?," tanya Japto.