BANTEN.WAHANANEWS.CO, Serang - Gubernur Banten Andra Soni meminta pengusaha muda yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) melirik dan mengembangkan potensi besar sektor agrikultur guna memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Andra Soni, di Serang, Kamis (7/5/2026), menyampaikan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi di Banten. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan di Banten mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88 persen pada Triwulan I Tahun 2026.
Baca Juga:
HIPMI Jakarta Timur Gelar Ramadan Berbagi, Wali Kota dan Forkopimko Santuni Anak Yatim
“Salah satu peluang saat ini yang menarik dan berpotensi di Provinsi Banten adalah terkait agrikultur. Potensi besar ini dapat dimanfaatkan oleh pengusaha muda, terutama dengan kedekatan geografis kita dengan Jakarta," ujar Andra Soni saat membuka Rakerda BPD HIPMI Banten.
Menurut Gubernur, pengusaha muda memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem usaha yang modern. Ia juga mendorong HIPMI untuk menyelaraskan lini bisnis mereka dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), yang mayoritas serapannya berkaitan dengan sektor pangan.
“Program MBG ini bisa kita dukung bersama, karena 85 persen biaya di MBG itu larinya ke pertanian dan kebutuhan pangan. Silakan teman-teman memanfaatkan program ini dengan membangun ekosistem usaha yang baik,” ucapnya.
Baca Juga:
Lubang Bekas Tambang di Kalimantan-Sulawesi Memprihatinkan, Bahlil Buat Aturan Ini
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Banten, Rifky Hermansyah, menyatakan bahwa sektor pangan dan hortikultura kini menjadi prioritas organisasi. Ia menilai para pengusaha muda harus mulai bergeser dari sektor konvensional menuju sektor yang memiliki permintaan pasar tinggi.
“Sekarang jangan lagi hanya bicara sektor usaha konvensional, tapi juga sektor pangan dan hortikultura karena kebutuhan dan supply demandnya luar biasa,” kata Rifky.
Adapun rangkaian kegiatan Rakerda HIPMI Banten 2026 ini juga diisi dengan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda). Agenda ini bertujuan untuk memperkuat kaderisasi serta memperluas jejaring bisnis antaranggota guna mendukung pertumbuhan ekonomi Banten yang saat ini tumbuh positif di angka 5,64 persen secara tahunan.
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]