BANTEN.WAHANANEWS.CO, Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, akan mengelola sampah menjadi 50 ton bahan bakar alternatif berupa refuse derived fuel (RDF) per hari melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang didukung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Bank Dunia.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak Nana Mulyana di Lebak, Jumat (1/5/2026), mengatakan program LSDP itu untuk memanfaatkan pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) agar menghasilkan ekonomi dan pendapatan pajak daerah juga dapat pengurangan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Sebut Kunjungan Wisata ke Lebak Banten Berdampak Positif Terhadap Peningkatan Kawasan KEK Tanjung Lesung
Karena itu, program LSDP dengan mengelola TPA Dengung seluas 2 hektare dengan kapasitas 150 ton dan TPA Cihara 50 ton per hari.
Dari dua pengelolaan TPA itu, ia mengatakan sampah organik dan nonorganik melalui program LSDP menghasilkan RDF atau bahan bakar alternatif pengganti batu bara sekitar 75 ton per hari dan pupuk kompos.
Ia mengatakan pemerintah daerah menjalin kontrak dengan perusahaan PT Cemindo Gemilang, pabrik semen Merah Putih di Kecamatan Bayah yang akan menampung bahan bakar alternatif batu bara tersebut, dengan kontrak 50 ton per hari.
Baca Juga:
Disindir Sebagai “Mantan Napi”, Wakil Bupati Lebak Ngamuk Bongkar Kebiasaan Bupati Jarang Ngantor
Perusahaan pabrik semen itu, menurut dia, akan menampung produk bahan bakar alternatif itu seharga Rp300 ribu per ton. Sehingga jika dikalkulasikan dengan produksi 50 ton, maka akan memperoleh Rp15 juta per hari atau Rp450 juta per bulan.
"Saya kira penjualan (bahan bakar alternatif pengganti) batu bara dari pengelola sampah itu bisa menghasilkan ekonomi dan pendapatan asli daerah," kata Nana.
Menurut dia, pembangunan program LSDP yang dibiayai Kemendagri dan Bank Dunia Rp141 miliar, dan anggaran pendampingan dari pemerintah daerah Rp15 miliar per tahun.