BANTEN.WAHANANEWS.CO, Lebak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten memetakan 23 kecamatan sebagai wilayah berpotensi rawan kekeringan, sehingga masyarakat di daerah tersebut dipastikan mengalami kesulitan air bersih.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta di Lebak, Selasa (28/4/2026), mengatakan menghadapi ancaman godzilla El Nino atau kemarau ekstrem selama enam bulan ke depan berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Baca Juga:
Disindir Sebagai “Mantan Napi”, Wakil Bupati Lebak Ngamuk Bongkar Kebiasaan Bupati Jarang Ngantor
BPBD memetakan 23 kecamatan yang masuk daerah potensi rawan kekeringan, di antaranya Kecamatan Leuwidamar, Cileles, Warunggunung, Cirinten, Wanasalam, Cilograng, Cihara, Bayah, Gunungkencana, Kalanganyar, Cibeber, Maja, Sajira, Banjarsari, Panggarangan, Cijaku, Cipanas, Curugbitung, Bojongmanik, dan Malingping.
Potensi kekeringan tersebut mengancam kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
"Kami siap mendistribusikan air bersih jika warga kesulitan air akibat dampak kemarau dan puncaknya Agustus-September 2026," ujarnya.
Baca Juga:
Pasokan Beras Medium di Pasar Tradisional Lebak Stabil Usai Kasus Oplosan
BPBD Kabupaten Lebak kini melakukan pemantauan di sejumlah kecamatan, namun pihaknya sejauh ini belum menerima laporan warga kesulitan air bersih maupun petani yang mengalami kekeringan.
"Kami menyiagakan tiga unit mobil tangki jika warga mengalami krisis air bersih," katanya.
Menurut dia, masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih karena berbagai faktor, di antaranya belum tersentuh jaringan pelayanan PDAM, juga ketersediaan air bawah tanah yang menyebabkan sumur timba dan jetpump tidak mengeluarkan air.