"Ada pembuangan sampah liar. Nah ternyata dari sampah liar tersebut setelah kita telusuri, sampah liar dimaksud berasal dari sampah Kota Tangsel," paparnya.
Semestinya, pengelolaan sampah oleh perusahaan itu dilaksanakan sebagaimana kontrak. Artinya, mereka harus melakukan sesuai pengelolaan sampah, seperti reuse, recycle, dan reduce.
Baca Juga:
Ikhtiar Sudin LH Jakbar Bersinergi Kelola Sampah di Hulu dengan Para Pegiat Lingkungan
"Cuma, faktanya mereka tidak melakukan hal itu," pacarnya.
Sejauh ini, sudah ada 5 orang yang diperiksa sebagai saksi dalam proses penyidikan. Dalam waktu dekat, Kejati Banten akan menetapkan tersangka dalam dugaan korupsi layanan pengangkutan dan pengelolaan sampah ini.
"Belum, ini masih berproses," katanya.
Baca Juga:
Wabup Toba Sampaikan Hasil Workshop Pengolahan Sampah di Jepang
[Redaktur: Sutrisno Simorangkir]