Banten.WAHANANEWS.CO - Lonjakan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lebak selama libur Lebaran 1447 H/2026 M mendapat respons positif dari Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran.
Peningkatan jumlah wisatawan yang mencapai 131.697 orang dinilai sebagai sinyal kuat kebangkitan sektor pariwisata, sekaligus berdampak strategis terhadap penguatan kawasan pariwisata nasional, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
Baca Juga:
Menpar Apresiasi ISI Bali, Perkuat Pariwisata Berbasis Budaya Lewat Kalangan Widya Mahardika V
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, menilai tren tersebut bukan sekadar fenomena musiman, melainkan indikasi transformasi positif dalam ekosistem pariwisata daerah.
“Lonjakan kunjungan wisata ke Lebak ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan publik terhadap destinasi lokal. Ini adalah momentum penting untuk mendorong integrasi kawasan wisata Lebak dengan KEK Tanjung Lesung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa meningkatnya kunjungan ke destinasi unggulan seperti Pantai Sawarna, Pantai Bagedur, hingga Goa Langir dan Goa Lalay mencerminkan keberhasilan promosi wisata berbasis potensi alam.
Baca Juga:
Pariwisata RI Terancam, Konflik Timur Tengah Bisa Gerus Devisa Ratusan Miliar
Menurutnya, kekuatan ini harus dioptimalkan melalui konektivitas infrastruktur dan penguatan branding kawasan.
“Jika dikelola secara terintegrasi, kawasan Lebak bisa menjadi buffer zone yang memperkuat daya tarik KEK Tanjung Lesung. Wisatawan yang datang ke Lebak akan terdorong untuk memperluas perjalanan mereka ke kawasan KEK, sehingga terjadi multiplier effect ekonomi yang signifikan,” tambah Tohom.
Selain itu, meningkatnya tingkat hunian hotel hingga 63,37 persen dinilai sebagai indikator nyata perputaran ekonomi yang sehat.
Sektor akomodasi, kuliner, hingga UMKM lokal ikut terdorong, menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif.
Tohom juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga momentum ini melalui peningkatan kualitas layanan dan fasilitas wisata.
Ia menyebut bahwa investasi pada infrastruktur dasar seperti akses jalan, sanitasi, dan keamanan menjadi kunci untuk mempertahankan tren positif tersebut.
Sebagai Ketua Umum Aglomerasi Watch, Tohom menambahkan bahwa pengembangan kawasan wisata harus berbasis pada konsep aglomerasi ekonomi yang terencana.
“Penguatan kawasan wisata tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Harus ada orkestrasi antarwilayah agar tercipta pusat-pusat pertumbuhan baru yang saling terhubung dan berkelanjutan,” tegasnya.
Menurutnya, Lebak memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari jaringan aglomerasi pariwisata Banten Selatan yang terintegrasi dengan KEK Tanjung Lesung.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, kawasan ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi regional.
Ia pun optimistis, tren positif yang ditunjukkan selama libur Lebaran akan menjadi fondasi kuat bagi pengembangan sektor pariwisata ke depan.
“Ini adalah sinyal kebangkitan ekonomi berbasis wisata. Jika dijaga konsistensinya, Lebak dan Tanjung Lesung bisa menjadi ikon pariwisata nasional yang berdaya saing global,” pungkasnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]