Banten.WAHANANEWS.CO - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran merespons positif potensi besar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Banten, yang dinilai mampu berkembang menjadi pusat wisata, gaya hidup, pendidikan, industri kreatif, dan investasi jangka panjang.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran, KRT Tohom Purba, mengatakan KEK Tanjung Lesung harus dipandang sebagai aset strategis nasional yang dapat memperkuat agenda pemerataan ekonomi di luar pusat metropolitan.
Baca Juga:
PBTI Tunjuk Ketua Kareteker TI Jambi, SK Resmi Diserahkan ke KONI Provinsi Jambi
“KEK Tanjung Lesung bukan hanya destinasi pantai, tetapi ruang besar untuk membangun ekonomi baru yang menggabungkan pariwisata, budaya, pendidikan, kreativitas, dan investasi berkelanjutan,” kata Tohom Purba.
Menurut Tohom, pandangan investor asal Australia, Andrew James, yang melihat Tanjung Lesung sebagai kawasan dengan peluang bisnis besar perlu dibaca sebagai sinyal bahwa Banten memiliki daya tarik global yang belum digarap secara maksimal.
Ia menilai kedekatan Tanjung Lesung dengan Jakarta menjadi keunggulan penting karena kawasan tersebut menawarkan kombinasi langka antara aksesibilitas, keindahan alam, ruang terbuka, dan suasana yang masih alami.
Baca Juga:
Transformasi Tanjung Lesung Menuju Destinasi Hijau, MARTABAT Prabowo-Gibran: Harus Dijaga Konsistensinya
“Dalam visi pembangunan Prabowo-Gibran, kawasan seperti Tanjung Lesung harus menjadi simpul pertumbuhan baru agar ekonomi tidak menumpuk di kota besar,” ujar Tohom.
Tohom melihat konsep Kampung Joglo yang dikembangkan Andrew James sebagai contoh konkret bahwa investasi pariwisata tidak harus kehilangan identitas budaya lokal.
Ia mengatakan pemanfaatan bangunan Joglo berusia ratusan tahun dari Jepara dan Jawa Tengah memberi nilai tambah karena menghadirkan pengalaman wisata yang berakar pada warisan budaya Nusantara.