“Anak muda tidak selalu harus tumbuh di tengah tekanan kota besar, karena kawasan seperti Tanjung Lesung bisa menjadi ruang belajar, bekerja, berkarya, dan membangun masa depan,” ujar Tohom.
Ia juga mengapresiasi perhatian Andrew James terhadap pengembangan sumber daya manusia lokal karena pariwisata yang sehat harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga:
PBTI Tunjuk Ketua Kareteker TI Jambi, SK Resmi Diserahkan ke KONI Provinsi Jambi
Menurut Tohom, pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, literasi layanan wisata, bahasa asing, seni pertunjukan, dan manajemen event perlu disiapkan agar warga lokal tidak hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan KEK Tanjung Lesung.
“Pembangunan yang benar adalah pembangunan yang membuat masyarakat lokal naik kelas, bukan tersisih dari tanah dan ruang hidupnya sendiri,” tutur Tohom.
MARTABAT Prabowo-Gibran mendorong pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola KEK, investor, dan komunitas lokal untuk membangun Tanjung Lesung dengan pendekatan kolaboratif yang berpihak pada keberlanjutan.
Baca Juga:
Transformasi Tanjung Lesung Menuju Destinasi Hijau, MARTABAT Prabowo-Gibran: Harus Dijaga Konsistensinya
Tohom mengatakan kekuatan Tanjung Lesung berada pada perpaduan alam, budaya, kreativitas, investasi, dan kedekatan geografis dengan Jakarta yang dapat menjadikannya salah satu destinasi unggulan Indonesia pada masa depan.
“Jika dikelola dengan visi besar, KEK Tanjung Lesung bisa menjadi laboratorium pembangunan pariwisata modern Indonesia yang tetap menghormati alam, budaya, dan masyarakat lokal,” kata Tohom.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]